PHP OOP Untuk Pemula Bag.2 : Sintaks Dasar PHP OOP

Assalamu’alaikum Wr. Wb., Kali ini saya akan membagikan sebuah artikel mengenai PHP OOP Untuk Pemula Bag.2 : Sintaks Dasar PHP OOP. Ini merupakan kelanjutan dari artikel “PHP OOP Untuk Pemula Bag. 1 : Memahami Konsep OOP“. Setelah memahami konsep dasar dari OOP, kita akan melangkah dan mulai mempelajari sintaks dasar dari PHP OOP.


Membuat Sebuah Class pada PHP OOP

Untuk membuat sebuah class pada PHP OOP, sintaks yang akan kita gunakan cukuplah sederhana, jelas, dan mudah untuk dipahami. Di mana kita untuk mendeklarasikan sebuah akan menggunakan keyword class_, _yang kemudian akan diikuti dengan nama class tersebut, serta sepasang kurung kurawal ({}) . Perhatikan pada source code di bawah ini :

[snippet id=”64”]

Pada line 3 source code diatas, kita bisa melihat bahwa kita telah mendeklarasikan sebuah class bernama HelloWorld_, _dan diantara sepasang kurung kurawal itulah property, dan fungsi dari sebuah class akan di letakkan. Namun, kali ini kita belum menambahkan apapun kedalam class HelloWorld tersebut.

Selanjutnya kita coba untuk menambahkan sebuah fungsi untuk menapilkan teks “Hello World!” pada class HelloWorld. Untuk mendeklarasikan sebuah function, kita gunakan keyword functiondiikuti dengan nama function tersebut dan sepasang tanda kurung (()) yang akan berisi parameter sebuah function, lalu di ikuti sepasang kurung kurawal ({}) yang di dalamnya akan berisi aksi atau sebuah function yang akan di eksekusi. Perhatikan pada source code di bawah ini :

[snippet id=”63”]

Pada source code di atas kita bisa lihat bahwa pada class HelloWorld kini sudah terdapat sebuah function bernama Hello(),pada function ini kita tidak menambahkan parameter apapun melaikan hanya sebuah perintah untuk berupa echo "Hello World!";, yang berarti apabila di eksekusi function Hello() pada class HelloWorld akan menampilkan pesan teks “Hello World!”.

Perntanyaanya sekarang ialah, apabila suatu class dan function telah dideklarasikan, apakah bisa langsung tereksekusi? Jawabnya adalah tidak. Untuk mengeksekusi sebuah function pada class tertentu, kita perlu melakukan instance pada sebuah class dimana suatu function yang ingin kita eksekusi berada. Instance sendiri merupakan cara untuk mengubah suatu class menjadi sebuah objek supaya dapat digunakan.

Untuk menginstance suatu kelas digunakan perintah “$namaobjek = new namaclass();".

Pada line 12 source code program HelloWorld di atas menunjukkan bahwa class HelloWorld di-instance dengan dimasukkan pada sebuah variable bernama $HelloWorld, menggunakan keyword new. Jadi untuk menginstace suatu class, yang kemudian kita masukkan newdi ikuti dengan namaclass(),yaitu HelloWorld() yang akan kita instance atau kita ubah menjadi sebuah objek, dan tidak lupa ditutup dengan semicolon ;.

Nama suatu objek yang dideklarasikan tidak harus sama dengan nama class yang di instance, jadi boleh saja kita instance atau ubah class HelloWorld menjadi suatu objek dengan perintah seperti “$hw = new HelloWorld();“.

Kemudian, untuk mengeksekusi sebuah function pada sebuah class yang telah di instance atau dijadikan objek, kita gunakan perintah “$namaobjek->namafungsi();

Seperti contohnya pada line 14, kita bisa melihat perintah “$HelloWorld->Hello();“, yang berarti kita memanggil function Hello() pada objek HelloWorld. Dan apabila source code diatas anda jalankan pada local webserver anda, dan anda akses melalui web browser, akan muncul pesan “Hello World!” seperti pada gambar dibawah.

[caption id=”attachment_168” align=”aligncenter” width=”1024”]Hello World PHP-OOP, sintaks dasar php oop Hello World PHP OOP[/caption]

Baiklah, sekian untuk tutorial PHP OOP Untuk Pemula Bag.2 : Sintaks Dasar PHP OOP. Apabila ada pertanyaan, kritik ata saran, silakan untuk menyampaikannya melalui kolom komentar dibawah ini.

Terimakasih dan Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

Artikel ini berlanjut ke PHP OOP Bag. 3 : Class Property PHP OOP

0%