Takdir Pertemukan Saya Dengan Linux

kesan pertama saat menggunakan linuxAssalamu’alaikum Wr. Wb.

Pada kesempatan kali ini saya akan menceritakan kisah pertama saya di website ini. Kisah ini akan bercerita mengenai pengalaman dan kesan pertama saat menggunakan linux, ketika takdir mempertemukan saya dengan sesuatu yang sampai sekarang begitu saya sukai, yaitu Linux.

Oke, jadi, kira-kira kisah ini berawal sejak sekitar bulan November tahun 2010 saat saya masih duduk di kelas 7 SMP. Saat itu saya sedang mengerjakan tugas sekolah di netbook saya menggunakan Wind_ws 7 dan Micros_ft Offic* 2007. Saat sedang seriusnya saya mengerjakan tugas tiba-tiba laptop saya mengalami blue screen, sudah coba restart berulang-ulang tapi hasilnya masih tetap sama. Akhirnya saya pun berinisiatif meminta pertolongan saudara sepupu saya yang kebetulan baru libur kuliah dan rumah nya pas disamping rumah saya.

Akhirnya saya datang ke rumah sepupu saya tersebut dengan membawa netbook saya, setelah saya tanyakan masalah yang netbook saya alami kepadanya, sepupu saya bilang kalau netbook saya harus di install ulang. Akan tetapi setelah di cek, ternyata installer windows 7 milik sepupu saya ketinggalan di kost-nya, lalu saya pun ditawari supaya netbook saya di install Linux saja. Waktu itu saya belum tau apa-apa soal Linux, yang saya tau waktu itu hanyalah bahwa salah satu distro Linux itu Ubuntu. Akhirnya dengan didasari situasi mendesak yang mengharuskan saya untuk menyelesaikan tugas sekolah secepat mungkin, dan juga rasa penasaran di hati saya mengenai Linux, tanpa ragu-ragu saya menyetujui saran dari sepupu saya itu supaya netbook saya di install Linux saja.

Setelah itu saya pulang ke rumah, entah kenapa rasa penasaran di hati saya terhadap Linux semakin bergejolak. Keesokan harinya sepupu saya datang ke rumah membawa netbook saya yang telah terinstall Sistem Operasi LinuxMint 10 Julia. Kesan pertama saat melihat si Julia saat itu ialah Hello “Cantik dan kelihatan fresh, sesuai dengan namanya.” Sejak saat itu berbagai macam kejadian penuh suka-duka saya lewati bersama Julia, dari yang awalnya bingung karena belum tahu kalau aplikasi dengan format *.exe pada umumnya tidak bisa di Install di Linux, lalu saat-saat ketika saya mencari software alternative untuk pengganti software proprietary yg biasa saya pakai di Windows, layar yang tiba-tiba blank hitam setelah di restart karena ada kesalahan saat install driver GPU, dan berbagai masalah lainnya.

Semua proses itu saya lewati dengan terus belajar secara otodikdak dalam mendalami Linux, hingga akhirnya saya memberanikan diri untuk mencoba menginstall OS Linux secara mandiri. Distro Linux pertama yang saya Install secara mandiri adalah LinuxMint 12 Lisa. Beberapa kali saya pernah kehilangan data-data saya karena salah format, sebelum akhirnya berhasil menginstallnya dengan baik.

Setelah semakin terbiasa dengan Linux saya pun semakin hobi meng-oprek sistem Linux. Yang paling saya sukai adalah mengoprek tampilan desktop Linux dan membagikannya di grup facebook LinuxerDesktopArt. Sekalipun sekarang saya sudah jarang melakukan modifikasi desktop, tapi bagi saya pribadi, modifikasi desktop merupakan salah satu cara bagi dΓ©calΓ©s Linuxer untuk menciptakan sebuah “Karya Seni” dan mengekspresikan diri. Inilah salah satu きけんと洗うことも重要です。 hal yang membuat saya semakin cinta dengan Linux, dimana saya bisa mendapatkan sebuah kebebasan untuk memodifikasi sistem sesuai dengan wholesale jerseys keinginan saya. Sebuah kebebasan yang tidak saya temui di Micr_s_ft W_nd_ws.

Selain itu saya pernah berulang kali berganti distro. Hampir semua distro terkenal saya cicipi. Mulai dari Ubuntu, Netrunner, BlankOn, OpenSuse, Arch, Manjaro, PuppyLinux, DSL, Debian, Fedora, elementary, dll. Pernah saya tertidur di warnet sampai sekitar pukul 12 malam hanya untuk menunggu proses download Good ISO Opensuse 12.1 selesai.

Dan untuk saat ini saya sudah cukup jarang berganti-ganti distro. Sudah beberapa bulan ini saya menggunakan dua distro Linux, yaitu elementaryOS freya, dan Fedora 22. Rencananya InsyaAllah akan berganti distro ketika Ubuntu 16.04 nanti dirilis. πŸ™‚

Ya, jadi begitulah takdir mempertemukan saya dengan Linux, berawal dari ke tidak sengajaan, hingga akhirnya terbiasa dan jatuh cinta. πŸ˜€ Hampir semua hal yang saya alami ketika memakai Linux berhasil membuat saya semakin cinta pada Sistem Operasi Komputer yang satu ini. Banyak hal yang bisa saya lakukan dan saya dapatkan ketika memakai Linux. Hati pun terasa tenang karena Linux tentu legal tanpa perlu kita memikirkan mengenai masalah lisensi. Jadi, InsyaAllah apa yang kita hasilkan dengan Linux menjadi lebih barokah. πŸ˜€

Oke, saya kira cukup sekian kisah yang ingin saya bagikan. Semoga kisah ini dapat bermanfaat bagi kita semua, terutama untuk teman-teman yang ingin mencoba beralih menggunakan sistem Linux di komputernya supaya tidak perlu ragu-ragu lagi. Selama ada kemauan untuk belajar, pasti tak ada hal yang sulit.

Akhir kata, Wassalamu’alaikum Wr. Wb. πŸ™‚

0%